6 Akibat Kekurangan HDL Kolesterol dalam Tubuh

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada dasarnya kolesterol merupakan salah satu zat atau komponen yang sangat diperlukan oleh tubuh kita agar tetap sehat. Jadi sebenarnya, kolesterol bukanlah sesuatu yang buruk bagi kesehatan tubuh kita. Sebagian besar dari kolesterol yang ada dalam tubuh kita sebenarnya secara alami dihasilkan oleh tubuh kita sendiri. Hati dan sel-sel lain yang ada dalam tubuh kita menghasilkan sekitar 75% dari total kolesterol tubuh, sedangkan sebagian lagi (25%) dari jumlah keseluruhan kolesterol tersebut datang dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Secara medis, kolesterol dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal dengan kolestero baik, dan yang kedua adalah LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang lebih dikenal dengan kolesterol jahat. Kali ini kita akan membahas tentang HDL, khususnya ketika tubuh kita kekuranagn komponen tersebut.

Apa itu HDL?

HDL (High Density Lipoprotein) merupakan protein yang terdapat dalam plasma darah yang berfungsi untuk memperbaiki terjadinya kerusakan serta dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol di dalam tubuh, serta menjaga tingkat Low Densiti Lipoprotein (LDL) agar tidak menyumbat arteri. Dalam prosesnya kerjanya, HDL akan mengangkut kolesterol dari jaringan yang ada di tubuh kita menuju ke hati untuk dilakukan proses pembuangan, yaitu melalui empedu. Itulah salah satu alasan mengapa HDL disebut sebagai kolesterol yang baik. (baca juga: tanda kolesterol tinggi)

Ketika tubuh kita memiliki tingkat HDL yang sehat (yaitu sekitar 20 hingga 30 persen dari kolesterol total) maka kondisi tersebut akan dapat membantu melindungi tubuh kita dari penumpukan plak di daerah arteri yang dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke. PK Shah, MD, direktur kardiologi Pusat Medis Cedars-Sinai di Los Angeles   mengatakan bawa “Meningkatkan kadar HDL merupakan langkah berikutnya dalam mencegah penyakit jantung.” Artinya, HDL adalah sejenis lemak darah yang mampu menurunkan resiko penyakit kardiovaskular.

Lalu bagaimana jika tingkat HDL kita rendah? Apa yang akan terjadi?

Pada umumnya, kaum wanita memiliki tingkat HDL yang lebih tinggi daripada kaum pria. para ahli kesehatan menyatakan bahwa batas terendah tingkat HDL untuk wanita adalah 50 mg/ dl, sedangkan tingkat HDL terendah untuk pria adalah 40 mg/dl. Ada bebera faktor penyebab yang mengakibatkan tingkat HDL dalam tubuh seseorang menjadi rendah, di antaranya adalah karena kurang berolahraga, obesitas, serta kebiasaan merokok.

Jika tingkat HDL yang dimiliki baik oleh pria atau wanita di bawah angka tersebut, maka waspadalah karena ada berbagai ancaman akibat kekuranGan HDL bagi kesehatan Anda, seperti :

  1. Pembekuan darah

Tingkat HDL (High Density Lippoprotein) yang rendah akan dapat berakibat meningkatkan resiko terjadinya pembekuan darah. Pembentukan bekuan darah yang terjadi di arteri karotid dan koroner akan mengakibatkan peningkatan resiko serangan jantung dan stroke. Jadi ketika tubuh memiliki kadar HDL yang terlalu rendah akan memiliki resiko yang sama dengan ketika tubuh ketika memiliki kadar HDL yang terlalu tinggi. (baca juga: gejala koleterol tinggi)

  1. Pembentukan plak di arteri

Ketika seseorang memiliki kadar HDL yang terlalu rendah, maka kondisi tersebut akan menyebabkan proses pembuangan LDL dalam darah menjadi terhambat. Itu artinya, akan terjadi jumlah LDL yang tidak terkendali, dan hal itu akan menyebabkan terjadinya pembentukan plak di arteri serta terhambatnya proses oksigenasi dalam darah. Terbentuknya plak di arteri berpotensi untuk menghambat aliran darah ke semua organ tubuh, termasuk otak, jantung, serta ginjal. (baca juga: penyebab aneurisma aorta)

  1. Menyebabkan Inflamasi (peradangan)

Jika kondisi seperti itu terus berlangsung, maka lama kelamaan plak di pembuluh darah (arteri) akan terakumulasi, dan akhirnya akan menimbulkan terjadinya peradangan atau inflamasi. (baca juga: pembuluh aorta jantung)

  1. Pecahnya pembuluh darah

Setelah terjadinya inflamasi pada pembuluh darah dan tingkat HDL masih saja rendah, maka kondisi tersebut akan mengganggu kelancaran peredaran sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih menuju organ tubuh lainnya yang membutuhkan, karena sel-sel darah tersebut terjebak di daerah yang mengalami inflamasi (peradangan). Jika kondisi tersebut dibiarkan saja, maka besar kemungkinan akan terjadi pecahnya pembuluh darah yang akhirnya akan menyebabkan terjadinya perdarahan internal. (baca juga: pertolongan pertama pada kecelakaan)

  1. Aterosklerosis

Daerah arteri tidak hanya akan mengalami dampak penumpukan plak yang dapat menyumbatnya saja, akan tetapi jika tingkat HDL terus menurus rendah, maka besar kemungkinan daerah tersebut juga akan mengalami pengapuran, atau dalam dunia medis penyakit ini disebut aterosklerosis, di mana kondisi tersebut akan semakin memperparah penyumbatan yang terjadi di arteri. Dan tahukah Anda hal buruk apa yang bisa terjadi akibat aterosklerosis ini? American Hearth Association telah menyatakan bahwa aterosklerosis merupakan salah satu faktor penyebab beberapa kondisi kesehatan seperti bahaya gagal ginjal, serangan jantung, maupun gejala gagal jantung.

  1. Terjadinya disfungsi ereksi

Tidak hanya organ kardiovaskular saja yang akan terkena dampak dari rendahnya tingkat HDL dalam tubuh, akan tetapi dampak negatif tersebut juga akan berimbas ke organ tubuh lainnya, salah satunya adalah alat kelamin pria. Masih menurut American Hearth Association, bahwa mereka menyatakan bahwa tingkat HDL yang terlalu rendah dalam tubuh akan memicu penurunan aliran darah ke organ seks pria, yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kepuasan mereka dalam berhubungan seks, yaitu terjadinya disfungsi ereksi. (baca juga: penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi)

Cara Menaikkan kadar HDL

Banyak sekali akibat yang ditimbulkan akibat kekurangan HDL dalam darah ya, lalu adakah solusi untuk mengatasi kondisi tersebut? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang ingin meningkatkan kadar HDL dalam darahnya, yaitu :

  1. Perubahan pola makan

Jika ingin sukses dalam upaya peningkatan kadar HDL, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan pola makan, apakah sudah benar atau belum. Jika belum, maka mulai sekarang Anda harus melakukan perubahan dalam pola makan Anda, seperti mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung lemak trans (trans fat) dan beralih dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang seimbang.  Ada beberapa tips jenis makanan yang baik dalam upaya meningkatkan kadar HDL, yaitu :

  • Memilih makanan yang memiliki kandungan lemak yang baik

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh penasihat buletin Food & Fitness dari Pusat Kesehatan Wanita Universitas Cornell yang menyatakan bahwa “Mengganti lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh tunggal tidak hanya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.

Salah satu contoh makanan yang direkomendasikan adalah kedelai, karena kedelai memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat rendah, dan sebaliknya bahan pangan tersebut memiliki kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Selain itu, produk kedelai juga kaya akan serat, protein, dan isoflavon yang mampu menaikkan kadar HDL dalam darah hingga 3%. (baca juga: contoh lemak jenuh pada makanan)

  • Menurunkan bebah glikemik dalam makanan

Menurut hasil dari beberapa penelitian menyatakan bahwa seiring dengan naiknya beban glikemik dalam pola makan seseorang, maka hal itu akan memicu terjadinya penurunan tingkat HDL dalam darahnya. Untuk itulah, maka National Cholesterol Education Program (NCEP) merekomendasikan supaya asupan karbohidrat sebagian besar berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, whole grain, maupun dari produk susu yang rendah lemak. Karena makanan-makanan tersebut memiliki kandungan karbohidrat yang cenderung berada di bawah skala glikemik.

  • Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang mengandung antioksidan

Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung antioksidan tinggi dari buah-buahan dan sayur-sayuran disinyalir mampu membantu dalam upaya meningkatkan kadar HDL dalam darah. Salah satu jenis makanan yang direkomendasikan adalaj konsumsi jus jeruk. Menurut hasil dari beberapa penelitian yang  dilakukan di Inggris menyatakan bahwa mengkonsumsi tiga gelas jus jeruk setiap hari akan membantu meningkatkan kadar HDL sebesar 21%. (baca juga: makanan yang mengandung antioksidan)

  1. Perubahan Gaya Hidup
  • Berolahraga secara teratur

Bagi Anda yang berniat untuk meningkatkan level HDL dalam darah, maka salah satu upaya yang bisa Anda pilih adalah dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa cukup dengan melakukan aktivitas fisik (olahraga) selama +/- 30 menit setiap harinya dalam satu minggu, akan membantu meningkatkan kadar HDL dalam darah Anda.

  • Menurunkan berat badan

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat HDL dalam darah adalah berat badan yang berlebihan atau obesitas. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh National Cholesterol Education Program (NCEP). Maka dari itu, jika Anda salah satu orang yang memiliki kelebihan berat badan, segeralah untuk berusaha menurunkan berat badan Anda, seperti dengan berolahraga serta selalu memperhatikan asupan gizi dalam makanan yang kita konsumsi.

  • Menghilangkan kebiasaan merokok

Banyak para ahli kesehatan yang menyatakan bahwa kandungan zat yang terdapat dalam rokok berkontribusi terhadap penurunan tingkat HDL dalam darah, untuk itu mereka setuju pendapat yang menyatakan bahwa dengan berhenti merokok, maka hal itu akan mambantu meningkatkan kadar HDL dalam darah, yaitu sekitar 15 hingga 20 persen.

  • Mengurangi konsumsi alkohol

Mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol memiliki pengaruh terhadap tingkat HDL di dalam darah Anda, di mana hasil penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang tepat (yaitu 1 sloki per hari) akan membantu meningkatkan kadar HDL dalam darah. Akan tetapi, jangan jadikan hal itu sebagai alasan bagi Anda untuk menjadi pecandu alkohol ya…

baca juga: 20 gaya hidup sehat untuk awet muda bebas dari penyakit

  1. Menggunakan obat-obatan

Jika cara-cara tersebut tidak berhasil membantu meningkatkan kadar HDL Anda, maka cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kemungkinan besar dokter akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan yang dapat membantu meningkatkan kadar HDL dalam darah Anda. Seperti niacin yang dipercaya mampu menurunkan kadar LDL dalam darah. (baca juga: 89 bahaya narkoba dalam berbagai bidang sesuai jenisnya)

Proses Perjalanan Lemak ( Kolesterol ) Didalam Tubuh Kita.

fbWhatsappTwitterLinkedIn