Sponsors Link

9 Efek Samping Daun Sambiloto

Sponsors Link

Sambiloto adalah sebuah jenis tanaman yang bagian daunnya kerap dimanfaatkan sebagai obat. Menjadi salah satu tanaman herbal yang populer, khasiat dari daunnya sangat luar biasa dan segala gejala maupun keluhan penyakit yang kerap dialami oleh kita mampu disembuhkan, termasuk penyakit ringan flu dan demam. Selain penyakit-penyakit ringan seperti itu, masalah pernapasan, penyakit hepatitis atau liver, penyakit kulit, serta penyakit infeksi (HIV AIDS, sinusitis, leptospirosis, kolera, malaria, sifilis, gonore, TBC, pneumonia dan kusta) juga merupakan penyakit yang bisa diatasi dengan sambiloto.

ads

Bahkan diketahui juga bahwa dengan menggunakan daun sambiloto, sekitar 14 minggu bisa menurunkan gejala akan rheumatoid arthritis. Namun jangan senang dulu, ada juga beberapa efek samping sambiloto yang dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Efek samping berikutlah yang dapat dialami ketika sambiloto tak digunakan secara tepat dan dikonsumsi terlalu lama.

(Baca juga: efek samping obat jangka panjang)

1. Mulut Terasa Pahit

Bagian tanaman sambiloto yang biasanya dipercaya bisa menyembuhkan beragam jenis kondisi penyakit adalah daunnya, tapi hati-hati karena mulut akan dibuat pahit nantinya. Ketika daunnya dibuat ramuan obat tradisional yang perlu diminum, kandungan senyawa di dalamnya yang memiliki istilah andrographpholide akan memberikan efek pahit di mulut. Karena memang dijadikan obat, maka sebenarnya tidak perlu heran bila rasa dari ramuan sambiloto akan pahit seperti layaknya obat-obat lainnya.

(Baca juga: efek samping antibiotik)

2. Sakit Kepala

Sambiloto memang merupakan sebuah tanaman herbal yang tak perlu diragukan keampuhannya dalam mengobati penyakit-penyakit ringan dan serius, tapi hati-hati karena sakit kepala bisa muncul ketika menggunakannya dalam jangka panjang. Apabila penyakit sudah mereda, kurangi jumlah konsumsi atau hentikan segera agar tak menimbulkan rasa pening yang tentu tak akan membuat nyaman diri kita.

3. Tekanan Darah Rendah

Bagi yang memiliki tekanan darah normal atau hipotensi (tekanan darah rendah), sebaiknya tidak meminum ramuan obat berbahan utama sambiloto. Efek sampingnya bisa membuat tekanan darah menurun drastis dan ini akan sangat berbahaya bagi pengonsumsi dengan riwayat kesehatan tersebut. Ini dikarenakan menurut sebuah penelitian, terbukti bahwa tekanan darah dapat diturunkan oleh sambiloto ini jadi sebaiknya menghindari konsumsi sambiloto untuk penyakit lain ketika mengidap hipotensi.

(Baca juga: bahaya akibat darah rendah)

Sponsors Link

4. Pendarahan

Akibatnya bisa begitu parah jika mengonsumsi sambiloto pada jangka waktu yang cukup lama tanpa takaran yang tepat. Memar dan pendarahan bisa menjadi dua kondisi yang dapat terjadi ketika terlalu berlebihan mengonsumsinya. Ini dikarenakan pembekuan darah akan diperlambat oleh sambiloto yang juga berarti akan menaikkan potensi terjadinya perdarahan. Maka dari itu, seseorang dengan masalah atau gangguan perdarahan tidak disarankan untuk mengonsumsi obat tradisional yang berbahan tanaman sambiloto agar tidak semakin serius; perdarahan makin sulit untuk berhenti karena darah sulit beku.

(Baca juga: proses pembekuan darah manusia)

5. Gangguan Kesuburan

Tanaman sambiloto adalah tanaman obat yang juga bahaya bila dikonsumsi oleh para wanita yang sulit hamil dan tengah berencana ingin punya anak. Sebuah penelitian telah mencoba menelaah dan membuktikan bahwa tanaman sambiloto ini bisa mengganggu reproduksi pada hewan. Walau memang belum dibuktikan efeknya sama terhadap manusia, tentu ada potensi untuk hal tersebut sehingga sebaiknya dihindari jika ingin punya anak dalam waktu dekat. Jika sudah pernah mengecek kondisi kesuburan Anda dan dinyatakan sulit hamil, hindari betul-betul sambiloto ini apapun kiranya penyakit yang tengah diderita. Carilah obat selain sambiloto untuk mengatasi penyakit yang tengah diderita agar tak memunculkan efek samping.

(Baca juga: makanan untuk kesuburan)

6. Berisiko Keguguran

Untuk para ibu hamil, pengobatan akan suatu penyakit atau masalah kesehatan dengan menggunakan sambiloto perlu diurungkan. Atau kalau sudah meminumnya sekali dua kali diharapkan untuk dihentikan segera agar tidak memicu keadaan yang berisiko bagi janin dan kondisi ibu hamil sendiri. Keguguran adalah salah satu kekhawatiran yang perlu diwaspadai oleh para ibu hamil karena sambiloto tidak sepenuhnya aman. Bahkan bagi yang sedang dalam masa menyusui juga tak dianjurkan untuk mengonsumsi ramuan sambiloto demi keamanan sang ibu dan sang bayi yang masih menyusu.

(Baca juga: kelainan autoimun)

Sponsors Link

7. Penyakit Autoimun

Jenis-jenis penyakit autoimun cukup beragam dan kita perlu mewaspadainya karena sambiloto memiliki efek samping tersebut. Memang benar bahwa sistem daya tahan tubuh kita dapat dibantu untuk menjadi lebih aktif oleh ramuan sambiloto, namun gejala penyakit autoimun juga bisa meningkat. Ini akan lebih cenderung terjadi pada seseorang yang menderita lupus, rheumatoid arthritis, serta multiple sclerosis. Bila ada di antara kita yang sudah pernah atau tengah mengidap penyakit autoimun, konsumsi sambiloto sama sekali tidak dianjurkan agar tidak menambah gangguan autoimun.

8. Kelelahan

Cepat lelah juga rupanya bisa menjadi salah satu akibat dari konsumsi sambiloto sebagai ramuan obat penyakit tertentu yang kita derita. Mengonsumsinya dalam jangka pendek akan jauh lebih baik dan dengan aturan pakai ini akan mengurangi risiko efek samping ini yang kemungkinan juga ada kaitannya dengan darah rendah.

9. Hilangnya Nafsu Makan

Kehilangan nafsu makan akan menjadi bagian dari efek samping konsumsi sambiloto pada jangka panjang. Tapi ketika dosisnya berlebih juga mampu menimbulkan efek ini di mana akhirnya berimbas juga pada tubuh yang tak bertenaga dan penurunan berat badan bila tak segera dihentikan konsumsinya.

(Baca juga: efek samping bunga rosella – efek samping mengkudu)

Konsumsi yang melebihi dosis apalagi terlalu lama bisa berbahaya bagi kesehatan organ tubuh kita. Bahkan untuk suplemen kombinasi sambiloto dan ginseng pun tidak boleh dikonsumsi jangka panjang, paling tidak hanya 3 bulan saja karena akan lebih aman bagi kesehatan. Bila ada kekhawatiran dan muncul efek samping tak wajar, langsung cari bantuan ahli medis.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 13th, June 2016 / 14:52 Oleh :
Kategori : Herbal